Warga Ditemukan Meninggal Duduk di Kursi Dalam Kondisi Membusuk, Polsek Gunung Malela dan INAFIS Polres Simalungun Gerak Cepat Olah TKP.
Spread the love

Simalungun !!!! Berita Terang.com – Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang diduga telah meninggal dunia di dalam kediamannya sendiri.

Korban diketahui bernama Sarpina Sinaga (44), seorang ibu rumah tangga yang ditemukan dalam posisi duduk di kursi plastik dalam kondisi tubuh telah membusuk.

Kejadian ini terungkap pada Rabu malam ( 14 / 05 / 2026 ), sekira pukul 21.00 Wib, dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian setempat.

Merespons laporan tersebut, personil Polsek Gunung Malela bersama Tim INAFIS Polres Simalungun bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis ( 15 / 05 / 2026 ), sekira pukul 22.40 Wib hingga selesai.

Proses olah TKP dilaksanakan secara profesional dan disaksikan oleh pihak Pemerintah Nagori serta Babinsa setempat.

Saat dikonfirmasi pada Jumat ( 15 / 05 / 2026 ), sekira pukul 12.30 Wib, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan kronologi penemuan tersebut. “Ini merupakan bentuk nyata Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. Begitu mendapat informasi, personil langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan keadaan dan memberikan penanganan terbaik”, ujar AKP Verry Purba.

Berdasarkan keterangan saksi, Asniroya Saragih (55), tetangga sekaligus orang terdekat korban, mengungkapkan bahwa Sarpina Sinaga merupakan sosok yang sangat rutin mengunjunginya setiap hari. “Setiap hari sekira pukul 19.00 Wib dia selalu datang ke rumah saya dan pulang sekira pukul 22.00 Wib. Karena dua hari tidak kelihatan dan tidak pamit, saya khawatir dan menyuruh suami saya untuk menengoknya”, ungkap Asniroya.

Saksi juga menambahkan bahwa dua hari sebelum ditemukan meninggal, Sarpina sempat mengeluhkan sakit di bagian kepala.

Suami Asniroya, Maruli Purba (60), kemudian mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter.

Ia menerangkan bahwa saat tiba di halaman, lampu rumah korban dalam keadaan menyala, namun tidak ada sahutan ketika ia memanggil.

“Saya mengintip dari jendela kaca depan yang tidak bertirai, dan saya melihat tubuh Sarpina Sinaga duduk di kursi tidak bergerak. Saya langsung pulang dan memberitahu istri saya serta memanggil orang kampung”, ucap Maruli Purba.

Saksi ketiga, Mulia Susiratno (44), yang saat itu berada di warung kopi bersama rekan-rekannya, turut mendatangi lokasi setelah diberitahu Maruli Purba.

Ia menerangkan bahwa pintu rumah korban terkunci dari dalam.

“Saya menemukan celah di bagian bawah pintu samping yang terbuka, lalu saya masuk melalui situ dan membuka pintu depan. Di dalam, saya melihat Sarpina Sinaga duduk di kursi, tidak bergerak, sudah berbau, dan tubuhnya mulai membusuk”, terang Susiratno.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, untuk dilakukan visum luar oleh tim dokter yang dipimpin dr. Joko Arianto, M.Ked (For), Sp.FM.

Hasil visum luar menyimpulkan tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban, dan kematian diduga akibat sakit hipertensi.

Perkiraan waktu kematian korban diperkirakan lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.

Olah TKP dilaksanakan oleh personil Polsek Gunung Malela yang dipimpin IPDA B. Situngkir, SH, bersama petugas INAFIS Polres Simalungun yakni AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra. AKP Verry Purba menegaskan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.

“Polri hadir untuk masyarakat. Penanganan kasus ini mencerminkan komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis kepada setiap lapisan masyarakat”, pungkasnya. ( TB ). 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *