Simalungun !!!! Berita Terang.com – Tokoh muda Simalungun, Edis Galingging, menyoroti kondisi memprihatinkan di wilayah perkebunan PT Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE).
Ia mengaku miris karena kawasan tersebut disebut-sebut sebagai kampung mertua Kapolda Sumatera Utara, namun justru diduga menjadi lokasi maraknya peredaran narkoba dan praktik mafia getah.
“Ini sangat ironis. Lokasi yang dikenal sebagai kampung mertua Kapolda Sumut, tapi justru diduga jadi sarang narkoba dan maling getah”, ujar Edis kepada wartawan, Senin ( 20 / 04 / 2026 ).
Menurutnya, kondisi ini mencederai rasa keadilan masyarakat.
“Harusnya ini jadi simbol keamanan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya”, tegasnya.
Aktivitas Ilegal Disebut Sudah Meluas
Edis mengungkapkan, dugaan aktivitas ilegal tersebut kini tidak hanya terjadi di satu titik.
Ia menyebut wilayah Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Kecamatan Tapian Dolok menjadi daerah yang rawan.
“Ini sudah menyebar. Dolok Batu Nanggar dan Tapian Dolok jadi titik rawan. Kalau tidak segera ditindak, ini bisa semakin besar”, ujarnya.
Narkoba Diduga Jadi “Doping”
Lebih lanjut, Edis menduga adanya kaitan antara peredaran narkoba dengan praktik pencurian getah.
Menurutnya, narkoba digunakan untuk meningkatkan keberanian para pelaku.
“Ada pola. Narkoba ini seperti ‘doping’ bagi pelaku maling getah. Ini sudah mengarah ke kejahatan terorganisir”, ucapnya.
HGU Mati Bukan Pembenaran
Edis juga menyinggung status Hak Guna Usaha (HGU) BSRE yang telah berakhir sejak 2022.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pencurian.
“Walaupun HGU mati, tidak ada pembenaran untuk maling getah. Itu tetap tindak pidana”, katanya.
Serta ketentuan :
* Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria
“Kalau ada persoalan lahan, selesaikan secara hukum, bukan dengan mencuri”, tegasnya.
Minta Aparat Tidak Tutup Mata
Terkait maraknya narkoba, Edis mendesak aparat penegak hukum segera bertindak.
Hal tersebut jelas melanggar :
* Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
“Kalau ini dibiarkan, dampaknya luas. Generasi muda bisa hancur”, ujarnya.
Ia pun meminta aparat tidak tutup mata terhadap kondisi tersebut.
“Negara harus hadir. Apalagi ini disebut kampung mertua Kapolda Sumut. Jangan sampai hukum terkesan tumpul ke bawah”, pungkasnya. ( TB ).

