Simalungun !!!!! Berita Terang.com – Jelang Ramadan 1447 H, Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Jawa AIPTU R. Sinurat menyambangi Pondok Pesantren Daarul Tauhid Ahlillah di Huta Jambi, Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi pada Selasa siang ( 03 / 03 / 2026 ).
Bukan sekadar kunjungan protokoler, tapi untuk bertatap muka langsung dengan pengurus, jemaah, dan santri sambil menyampaikan sosialisasi kamtibmas dan selebaran himbauan agar Ramadan dan Idul Fitri 2026 berjalan aman, tentram, dan penuh hikmah.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Selasa sore ( 03 / 03 / 2026 ), sekitar pukul 16.30 Wib, menjelaskan kegiatan Bhabinkamtibmas. “Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Jawa AIPTU R. Sinurat melaksanakan sambang dan patroli dialogis dengan tatap muka langsung kepada pengurus, jemaah, dan santri Pondok Pesantren Daarul Tauhid Ahlillah pada Selasa ( 03 / 03 / 2026 ), mulai pukul 12.00 Wib hingga selesai. Ini adalah upaya menjaga dan memelihara situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta menjamin berlangsungnya ibadah puasa yang tentram dan penuh hikmah”, ujar Kasi Humas membuka penjelasannya.
Kepala Kepolisian Sektor Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung, SH, yang memerintahkan kegiatan ini, menjelaskan pentingnya pendekatan ke pondok pesantren.
“Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang sangat penting. Santri-santri adalah generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan. Mereka harus diberi pemahaman yang benar tentang kamtibmas sejak dini agar mereka bisa jadi agen perubahan di masyarakat”, kata Kapolsek dengan visi jangka panjang.
Kegiatan ini memiliki landasan hukum yang kuat. “Dasar pelaksanaannya adalah UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, Surat Keputusan Kapolda Sumut Nomor Kep/444/VIII/2024 tanggal 24 Agustus 2024 tentang Pengangkatan dan Penempatan Personil Bhabinkamtibmas, serta Renja Polsek Tanah Jawa Tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tugas resmi Bhabinkamtibmas”, ungkap AKP Verry menjelaskan dasar hukum.
AIPTU R. Sinurat yang melaksanakan sambang menjelaskan pengalaman di lapangan.
“Saya disambut dengan sangat hangat oleh pengurus dan jemaah Pondok Pesantren Daarul Tauhid Ahlillah. Mereka sangat senang ada polisi yang datang dan berbicara dengan mereka tentang kamtibmas. Ini menunjukkan bahwa masyarakat, termasuk komunitas pondok pesantren, sangat menghargai kehadiran Polri”, ungkap AIPTU Sinurat.
“Saya tidak hanya berbicara dengan pengurus, tapi juga dengan para santri. Saya ingin mereka memahami bahwa kamtibmas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab polisi. Mereka adalah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah”, tambah AIPTU Sinurat menjelaskan pendekatan.
Bhabinkamtibmas menyampaikan sosialisasi kamtibmas yang komprehensif.
“Saya sampaikan beberapa poin penting: pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan, bahaya narkoba, pencegahan radikalisme, toleransi antar umat beragama, penggunaan media sosial yang bijak, dan pencegahan bullying di pesantren”, kata AIPTU Sinurat merinci materi.
Yang menarik, Bhabinkamtibmas juga memberikan surat selebaran himbauan kamtibmas.
“Saya serahkan surat selebaran himbauan kamtibmas kepada pengurus pondok pesantren untuk disampaikan kepada seluruh warga, jemaah, dan santri. Selebaran ini berisi himbauan-himbauan penting yang harus diperhatikan demi peningkatan situasi kamtibmas di lingkungan masing – masing”, ungkap AIPTU Sinurat.
Pengurus Pondok Pesantren Daarul Tauhid Ahlillah yang hadir memberikan testimoni. “Kami sangat berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke pondok pesantren kami. Sosialisasi yang disampaikan sangat bermanfaat. Kami akan sampaikan kepada seluruh santri dan akan tempel selebaran himbauan di papan pengumuman pondok”, ungkap pengurus dengan apresiasi.
Salah seorang ustadz di pondok pesantren juga memberikan komentar.
“Kehadiran polisi di pondok pesantren menunjukkan bahwa Polri sangat peduli dengan pendidikan Islam. Kami akan ajarkan para santri untuk selalu menjaga kamtibmas dan bekerja sama dengan polisi dalam menjaga keamanan”, kata ustadz.
Para santri yang mendengarkan sosialisasi juga sangat antusias.
“Kami senang mendengar penjelasan dari Pak Polisi. Kami jadi lebih paham tentang pentingnya menjaga kamtibmas. Kami berkomitmen untuk tidak terlibat dalam hal -hal negatif seperti narkoba, radikalisme, atau bullying”, ungkap salah seorang santri.
Seorang santri perempuan juga memberikan testimoni.
“Saya senang Pak Polisi mengingatkan tentang bijak menggunakan media sosial. Kadang kami sebagai anak muda suka iseng posting hal-hal yang tidak baik. Kami akan lebih hati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial”, kata santri perempuan.
Yang paling penting, Bhabinkamtibmas mengajak pengurus, jemaah, dan santri untuk saling aktif menjaga kamtibmas.
“Saya tekankan bahwa kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat termasuk komunitas pondok pesantren. Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026”, ungkap AIPTU Sinurat dengan penuh semangat.
Pengurus pondok pesantren berkomitmen untuk aktif menjaga kamtibmas.
“Kami berkomitmen untuk mengawasi seluruh santri agar tidak terlibat dalam hal -hal negatif. Kami juga akan aktif melaporkan kepada polisi jika ada hal-hal mencurigakan di sekitar pondok pesantren. Kami adalah mitra polisi dalam menjaga kamtibmas”, ungkap pengurus dengan komitmen tinggi.
Cuaca cerah dan situasi aman selama kunjungan.
“Alhamdulillah cuaca cerah saat saya melakukan sambang. Situasi juga aman dan baik. Tidak ada gangguan sama sekali. Semuanya berjalan dengan sangat lancar”, kata AIPTU Sinurat.
Kasi Humas mengapresiasi kreativitas Bhabinkamtibmas.
“Sambang ke pondok pesantren adalah strategi yang sangat cerdas. Pondok pesantren adalah komunitas yang sangat potensial untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga kamtibmas. Kami mengapresiasi AIPTU R. Sinurat dan Kapolsek Tanah Jawa yang sangat inovatif”, ungkap AKP Verry.
“Kami mengajak Bhabinkamtibmas di seluruh Simalungun untuk melakukan hal yang sama: sambangi pondok pesantren, masjid, gereja, vihara, atau komunitas keagamaan lainnya untuk menyampaikan sosialisasi kamtibmas. Ini adalah community policing yang sesungguhnya”, tambah Kasi Humas.
Di akhir keterangannya, Kasi Humas menyampaikan harapan.
“Kami berharap seluruh santri di Pondok Pesantren Daarul Tauhid Ahlillah dan pondok – pondok pesantren lain di Simalungun bisa menjadi agen perubahan yang menyebarkan kedamaian, keamanan, dan kebaikan di masyarakat. Mari bersama – sama kita jaga kamtibmas selama Ramadan dan ciptakan Idul Fitri 2026 yang damai dan penuh berkah”, pungkas AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan harapan besar kepada generasi muda santri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Simalungun. ( TB ).

