Pematangsiantar !!! Berita Terang.com – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn didampingi Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi serta Forkopimda Plus Kota Pematangsiantar menghadiri dan mengikuti acara Haul ke – 112 Raja Sang Naualuh Damanik.
Kali ini dan untuk kali pertama, Haul Raja Sang Naualuh Damanik digelar di Masjid Raya, Jalan Masjid Kelurahan Timbang Galung Kecamatan Siantar Barat, Kamis ( 23 / 04 / 2026 ) malam.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, yakni Tuan Difi Sang Nuan Damanik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly Silalahi mengatakan peringatan Haul bukan sekadar mengenang wafatnya seorang tokoh, tetapi menjadi momentum penting untuk meneladani nilai – nilai perjuangan, kepemimpinan, serta pengabdian yang telah ditunjukkan oleh Raja Sang Naualuh Damanik dalam sejarah Kota Pematangsiantar.
“Beliau merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya dikenal karena keberanian dan kebijaksanaannya, tetapi juga karena komitmennya dalam menjaga persatuan, nilai-nilai adat, serta keharmonisan di tengah masyarakat. Semangat inilah yang sepatutnya kita warisi dan kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini”, katanya.
Setiap tahun, kata Wesly, Haul Raja Sang Naualuh Damanik terus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan tokoh – tokoh yang telah berjasa, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Pematangsiantar.
“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa perjalanan panjang kota ini tidak terlepas dari jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan, persatuan, dan kebersamaan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan semangat yang sama, bahkan lebih baik lagi”, tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Wesly mengajak semua, khususnya generasi muda, untuk terus menggali dan memahami sejarah serta kearifan lokal yang ada.
Dengan demikian, dapat memperkuat jati diri sebagai masyarakat Pematangsiantar yang berbudaya, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Sementara itu, ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, yakni Tuan Difi Sang Nuan Damanik memaparkan, buyutnya memiliki empat istri.
Istri terakhir, Boru Saragih dari Silampuyang dan menjadi permaisuri. Dari Boru Saragih, lahirlah Sarmahata Damanik.
Selanjutnya, Sarmahata Damanik memiliki tujuh anak. Putra Sulungnya, Syah Alam Damanik yang kemudian menjadi prajurit TNI Angkatan Udara (AU) dengan pangkat terakhir Marsekal Muda.
Dari pernikahannya dengan Halimah br Sinaga, Syah Alam Damanik memiliki tiga anak, yaitu 2 perempuan 1 laki – laki. Anak yang laki – laki itulah, Tuan Difi Sang Nuan Damanik.
“Saya punya kakak dan seorang adik. Saya ini kalau dikatakan, cicit dari Raja Sang Naualuh Damanik, Raja Siantar XIV”, kata Difi.
Tuan Difi Sang Nuan Damanik menyampaikan, ini kali pertama Haul Raja Sang Naualuh Damanik dilaksanakan di Masjid Raya Pematangsiantar.
“Saya sendiri baru mendengar dari pengurus masjid, bahwa tanah Masjid Raya ini adalah tanah yang diwakafkan oleh kakek buyut saya. Saya cicit dari kakek buyut saya, Raja Sang Naualuh Damanik. Anaknya Raja Sang Naualuh Damanik adalah oppung saya dari permaisuri”, terangnya.
Ia mengaku telah memelajari silsilah dan profil sejarah bahwa Raja Sang Naualuh Damanik telah mewakafkan tanahnya untuk mendirikan Masjid Raya Pematangsiantar.
“Mudah – mudahan amal jariyah mengalir terus kepada Raja Sang Naualuh Damanik. Jadi saya bangga sebagai cicit, bahwa beliau fokus juga terhadap masyarakat Muslim di Pematangsiantar. Saya tahu, Raja Sang Naualuh Damanik juga tidak hanya memperhatikan masyarakat Muslim, tetapi ada juga dia berikan tanah kepada masyarakat Nasrani dan umat lainnya. Dan itu yang menyebabkan Siantar itu melekat sebagai Kota Toleransi”, tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tuan Difi Sang Nuan Damanik mengucapkan selamat kepada Kota Pematangsiantar yang meraih peringkat 4 Indeks Kota Toleran (IKT) di Indonesia.
“Selamat ya Bapak Wali Kota. Mudah-mudahan dapat dipertahankan terus ke depannya. Semoga haul perdana di Masjid Raya ini dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya. Kita bisa diskusi, dan menggali lebih lanjut tentang suri keteladanan Raja Sang Naualuh Damanik XIV”, katanya.
“Mudah – mudahan, doa-doa kita sampai dan melapangankan beliau di akhirat. Dan amal baiknya mengalir terus”, lanjutnya.
Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Raya Pematangsiantar Prof Dr, Ir. Harmein Nasution, MSi mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, pimpinan OPD, TNI/Polri, perbankan, dan tamu lainnya yang telah hadir pada acara Haul Raja Sang Naualuh Damanik.
“Pada Haul kita memperingati wafatnya, itulah makna Haul. Kita peringati karena memberikan dampak yang begitu besar kepada kehidupan bermasyarakat. Sekali lagi terima kasih kepada bapak Wali Kota Pematangsaintar yang telah memperingati haul di Masjid Raya”, ucapnya.
Diterangkan Harmein, di tahun 1906, tanah Masjid Raya diwakafkan oleh Raja Sang Naualuh Damanik kepada Masyarakat, yang diterima oleh tokoh masyarakat saat itu, yang diwakili Tuan Syech H Abdul Jabbar Nasution dan Pangulu Hamzah Daulay.
“Dibangun tahun 1906, digunakan untuk shalat Jumat pada tahun 1911. Ini (Masjid Raya) termasuk tujuh masjid yang bersejarah di Indonesia. Karena salah satu yang langsung terlibat membangunnya adalah Raja Sang Naualuh Damanik. Masjid Raya yang ada di Sultan Deli juga tahun 1906. Jangan-jangan mereka berkoordinasi waktu itu. Mudah-mudahan, dengan pertemuan kita malam ini memperingati Haul Raja Sang Naualuh Damanik, bisa memberikan hikmah”, terang Harmein yang merupakan cucu Syech Abdul Jabbar Nasution.
Harmein menegaskan agar jangan main -main dengan Raja Sang Naualuh Damanik.
“Perlu kita lestarikan, perlu kita membuat buku tentang kepemimpinan Raja Sang Naualuh Damanik. Sehingga di kemudian hari bisa jadi bahan ajar untuk sekolah-sekolah di Pematangsiantar dan Simalungun”, jelasnya.
“Jadi pada kesempatan ini, mari kita kaji kembali jiwa kepemimpinan, Intangible Asset, sehingga Siantar ini memiliki wisata religius. Tren ke depan adalah wisata yang authentic dan genuine. Inilah ke depannya harus dirawat oleh Pemko Pematangsiantar. Seperti semboyan kita, Sapangambei Manoktok Hitei, bergotong royong untuk tujuan yang mulia”, lanjut Harmein.
Dalam kegiatan tersebut, hadir narasumber akademisi yang memaparkan sejarah Raja Sang Naualuh Damanik, yakni Drs. Shohibul Anshor Siregar, MSi.
Turut hadir, Wakil Wali Kota Herlina, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, SH, SIK, MH, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman, Ketua Yayasan Raja Sang Naualuh Damanik Evra Sassky Damanik, mewakili Denpom 1/I Pematangsiantar, mewakili Kejari Pematangsiantar, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pematangsiantar Drs. H Natsir Armaya Siregar, pimpinan organisasi Islam, pimpinan OPD Pemko Pematangsiantar, camat, serta lainnya. ( TB ).

