Ketua Koordinator Daerah KITA Peduli Siantar-Simalungun-Toba, Rey Z. Siagian.
Spread the love

Toba !!!!! Berita Terang.com – Kerusakan infrastruktur irigasi di Kelurahan Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, menjadi perhatian serius berbagai pihak setelah longsor terjadi di beberapa titik sepanjang jaringan irigasi yang memiliki panjang kurang lebih 4 kilometer.

Kondisi Irigasi Yang Longsor.

Longsor pertama terjadi pada Januari 2025 dengan panjang sekitar 20 meter dan baru diperbaiki pada tahun 2026.

Namun, pada Januari 2026 kembali terjadi longsor kedua dengan panjang lebih dari 30 meter. Hingga saat ini, kerusakan akibat longsor kedua tersebut belum juga diperbaiki, menyebabkan aliran air ke lahan pertanian terputus.

Dampak dari kerusakan ini sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani. Apalagi dengan kejadian ini maka para petani mengalami 4 kali gagal panen selama periode tersebut.

Dari total luas sawah sekitar 200 hektare di wilayah tersebut, sebagian telah beralih fungsi menjadi lahan kopi dan jagung. Kini, hanya sekitar 100 hektare sawah yang masih berpotensi difungsikan, namun tidak dapat dikelola secara optimal akibat irigasi yang amblas.

Organisasi relawan KITA Peduli yang bergerak dibidang sosial, kemanusiaan dan pendidikan, turut menyoroti kondisi ini setelah menerima aduan dari masyarakat setempat.

Relawan KITA Peduli bahkan telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi irigasi yang longsor dan memastikan dampak yang dirasakan masyarakat.

Ketua Koordinator Daerah KITA Peduli Siantar-Simalungun-Toba, Rey Z. Siagian, yang juga merupakan putra daerah kelahiran Parsoburan, menyampaikan bahwa hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi irigasi yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan, dan memang kerusakannya cukup parah. Ini sangat berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat. Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Toba untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki irigasi yang rusak agar lahan pertanian bisa kembali difungsikan”, ujar Rey.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya bersama pengurus wilayah, Guntur Insani, akan segera melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Toba sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi masyarakat.

Selain itu, kawasan persawahan ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong swasembada pangan guna memperkuat kemandirian bangsa.

Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap perbaikan infrastruktur irigasi agar potensi pertanian di daerah ini dapat kembali dimaksimalkan dan mendukung target ketahanan pangan nasional.

Di sisi lain, beredar informasi bahwa perbaikan irigasi tersebut direncanakan akan dikerjakan melalui anggaran tahun 2026. Meski demikian, masyarakat dan relawan berharap agar realisasi program tersebut dapat dipastikan tepat waktu dan tidak mengalami penundaan, mengingat urgensi kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Masyarakat pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, termasuk Bupati Ependi Napitupulu, untuk segera memastikan pelaksanaan perbaikan berjalan sesuai rencana.

Upaya tersebut dinilai sangat penting guna memulihkan produktivitas pertanian serta menjaga keberlangsungan ekonomi warga. ( TB ). 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *