Kedua Aktivis Mahasiswa Ini Minta MBG Diberhentikan, Ini Alasannya.
Spread the love

Tapanuli Utara !!! Berita Terang.com – Saat yang lain asik rebutan keuntungan proyek catering dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), anak di NTT malah memilih menyelamatkan dapur ibunya dengan nyawa.

Terkait hal itu, Ketua BEM IAKN Tarutung Dicky Wahyudi Cibro didampingi Demisioner Ketua BEM IAKN Tarutung meminta untuk memberhentikan MBG jika memang persiapannya tidak matang

Kedua aktivis mahasiswa ini menilai sudah setahun lebih Makanan Bergizi gratis berjalan di Indonesia dan menuai banyak komentar dan kritikan baik itu negatif dan positif.

” Kita tahu bahwa program makanan bergizi gratis, memang sangat bermanfaat untuk menunjang penanganan kesenjangan sosial. Namun melihat dari catatan waktu beberapa bulan terakhir, nampak nya program makan bergizi gratis mulai di anggap jadi point yang sangat serius untuk di tanggapi”, ujar mereka, Jumat ( 06 / 02 / 2026 ).

Dalam hal ini 2 aktivis mahasiswa tersebut mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah teralu ambisius dan terburu buru dalam melaksanakan program MBG tanpa persiapan yang matang , sehingga banyak permasalahan sosial yang terjadi, MBG dinilai malah menimbulkan ketimpangan sosial.

Yosef dan Dicky menilai bahwa MBG bukan lagi menjadi solusi dalam kesenjangan sosial, malah sebagai pemicu ketimpangan itu terjadi mulai dari anggaran pendidikan yang jauh di kurangi, untuk mendukung program MBG sampai kepada pendistribusian MBG yang dinilai menjadi ajang proyek bagi beberapa masyarakat kalangan menengah keatas yang mempunyai modal.

” Sistem nya jelas bagi siapa saja yang punya modal bisa bangun dapur, tidak heran kalau para pengusaha dan kalangan elit berebutan proyek ini. Ini namanya memperkaya orang yang makin kaya, bahkan ada beberapa isu tindakan nepotisme yang terjadi di beberapa dapur,ini jelas sudah mendukung ketimpangan itu terjadi”, sebut mereka dalam pernyataan tertulisnya.

Ditambahkannya, ironisnya lagi saat beberapa orang asik memperebutkan Proyek MBG untuk meraih keuntungan, publik malah menangis dibuat berita seorang adik di NTT yang memilih mengakhiri hidup nya demi untuk menyelamatkan dapur ibunya, menyelamatkan saudara – saudaranya bahkan menyelamatkan pendidikan anak Indonesia.

” Karena tindakan ini menurut kami adalah salah satu tamparan keras kepada pemerintah bahwa pemerintah Indonesia di anggap tidak mampu dalam mengatasi kesenjangan sosial yang terjadi. Bayangkan 1 porsi MBG dengan bajet 15.000 sudah bisa membeli buku sekolah minimal 3 biji, jadi kami meminta kepada pemerintah kalau belum punya persiapan yang matang sebaiknya MBG di berhentikan dulu”, pungkasnya. ( ER ). 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *