Kapolsek Bangun AKP Hengky Siahaan Ikuti Sapa Ramadan Polres : Bawa 10 Anak Yatim, Berkomitmen Jadi 'Bapak Asuh' Mereka.
Spread the love

Simalungun !!!! Berita Terang.com – Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan, SH, MH, mengikuti program Sapa Ramadan Door To Door Polres Simalungun dengan membawa 10 anak yatim piatu dari wilayahnya pada Kamis sore ( 05 / 03 / 2026 ).

Yang istimewa, Kapolsek tidak hanya mengantar mereka, tapi berkomitmen menjadi “bapak asuh” yang akan terus memantau perkembangan pendidikan dan kesejahteraan mereka.

“Saya tidak mau ini cuma acara seremonial. Saya berkomitmen untuk jadi bapak asuh bagi 10 anak ini. Saya akan pantau sekolah mereka, bantu kalau ada masalah, dan pastikan mereka punya masa depan yang cerah”, ungkap Kapolsek dengan penuh tekad.

Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Kamis malam ( 05 / 03 / 2026 ), sekitar pukul 21.10 Wib, menjelaskan kehadiran Kapolsek Bangun. “Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan mengikuti program Sapa Ramadan Door To Door dengan berbuka puasa bersama dan bakti religi menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim pada Kamis ( 05 / 03 / 2026 ), di Halaman Satpas Sat Lantas Polres Simalungun. Beliau membawa 10 anak yatim dari Bangun dan berkomitmen menjadi bapak asuh mereka”, ujar Kasi Humas membuka penjelasannya.

Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan menjelaskan filosofi “bapak asuh” yang beliau usung.

“Saya tidak mau anak-anak yatim ini hanya dapat santunan sekali lalu dilupakan. Saya ingin ada keberlanjutan. Makanya saya berkomitmen untuk jadi ‘bapak asuh’ bagi 10 anak ini : saya akan pantau sekolah mereka setiap bulan, saya akan bantu kalau mereka butuh buku atau seragam, dan saya akan jadi tempat mereka curhat kalau ada masalah”, ungkap AKP Hengky dengan serius.

“Konsep bapak asuh ini adalah komitmen jangka panjang. Bukan hanya sampai Ramadan selesai, tapi sampai mereka lulus sekolah, bahkan sampai mereka kuliah atau kerja. Saya mau pastikan 10 anak ini punya masa depan yang cerah”, tambah Kapolsek menegaskan visi jangka panjang.

Proses seleksi anak yatim dilakukan dengan sangat hati – hati.

“Saya dan tim Polsek Bangun turun langsung ke kampung – kampung untuk pendataan anak yatim. Kami pilih 10 anak yang benar-benar membutuhkan: yang orang tuanya meninggal, yang hidup dengan kakek-nenek, yang ekonominya sangat sulit. Kami tidak asal pilih”, kata AKP Hengky.

Sebelum berangkat, Kapolsek mengumpulkan 10 anak di Polsek untuk briefing.

“Saya kumpulkan mereka di Polsek Bangun sebelum berangkat. Saya kasih tahu bahwa mereka akan bertemu Kapolres, dapat santunan, dan buka puasa bersama. Saya juga kasih tahu bahwa saya akan jadi bapak asuh mereka. Mereka sangat senang dan terharu”, ungkap Kapolsek.

Perjalanan dari Bangun ke lokasi acara penuh kehangatan.

“Sepanjang perjalanan, saya ngobrol dengan mereka satu per satu. Saya tanya nama, umur, kelas berapa, cita – cita apa. Saya catat semua di buku saya. Ini akan jadi data untuk program bapak asuh saya”, kata AKP Hengky.

Sesampainya di lokasi, Kapolsek memastikan anak-anaknya mendapat perlakuan terbaik.

“Saya pastikan 10 anak dari Bangun duduk di tempat yang strategis, dapat makanan yang cukup, dan merasa nyaman. Saya seperti bapak yang menjaga anak  -anaknya di acara besar”, ungkap Kapolsek.

Acara dibuka dengan tilawah Al-Quran yang sangat khidmat.

“Anak – anak dari Bangun mendengarkan dengan sangat khusyuk. Saya lihat mereka sangat terkesan dengan suasana yang sangat religius ini”, kata AKP Hengky.

Kapolres AKBP Marganda Aritonang menyampaikan sambutan yang sangat inspiratif.

“Kapolres berpesan kepada anak-anak: tetap semangat belajar, gantungkan cita – cita setinggi langit, dan jauhi narkoba. Pesan ini sangat sejalan dengan program bapak asuh saya. Saya akan pastikan anak – anak dari Bangun menjalankan pesan Kapolres ini”, ungkap Kapolsek.

Puncak acara adalah penyerahan santunan yang sangat emosional.

“Kapolres menyerahkan santunan kepada 10 anak dari Bangun. Saya berdiri di samping mereka, mendampingi mereka saat menerima santunan. Saya lihat mereka menangis bahagia, dan saya sendiri juga terharu”, kata AKP Hengky.

Salah seorang anak yatim dari Bangun, Ani, 13 tahun, menceritakan perasaannya.

“Pak Kapolsek bilang ke saya : ‘Ani, mulai sekarang Bapak akan jadi bapak asuh kamu. Kalau ada masalah, datang ke Polsek, Bapak akan bantu.’ Saya sangat terharu dan merasa punya bapak lagi. Terima kasih Pak Kapolsek”, ungkap Ani sambil menangis.

Seorang anak yatim laki – laki dari Bangun, Adi, 15 tahun, juga memberikan testimoni. “Pak Kapolsek tanya saya mau jadi apa. Saya bilang mau jadi polisi seperti Bapak. Pak Kapolsek bilang : ‘Bagus! Bapak akan dukung kamu. Tapi kamu harus rajin belajar dan jauhi narkoba ya.’ Saya akan ikuti nasihat Pak Kapolsek”, ungkap Adi dengan tekad.

Setelah foto bersama, dilanjutkan ceramah oleh Ustad H. Zainal Abidin yang sangat menyentuh.

“Ustad bicara tentang pentingnya menjaga anak yatim. Anak-anak dari Bangun mendengarkan dengan sangat serius. Ini adalah pembelajaran spiritual yang sangat berharga”, kata Kapolsek.

Buka puasa bersama dengan takjil yang sangat lengkap.

“Anak – anak dari Bangun makan dengan sangat lahap. Saya duduk bersama mereka dan ikut makan takjil. Saya pastikan mereka semua kenyang dan bahagia”, ungkap AKP Hengky.

Setelah adzan Maghrib, dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah.

“Saya dan 10 anak dari Bangun shalat berjamaah bersama Kapolres dan seluruh jajaran Polres. Kami di shaf depan. Suasana sangat khusyuk. Ini adalah momen spiritual yang sangat bermakna”, kata Kapolsek.

Makan malam bersama berlangsung dengan sangat menyenangkan.

“Menu makan malamnya sangat enak. Anak-anak dari Bangun makan dengan sangat kenyang. Mereka tertawa, ngobrol, dan sangat bahagia. Saya sangat senang melihat mereka bahagia”, ungkap Kapolsek.

Di akhir acara, Kapolsek mengumpulkan 10 anak untuk briefing lagi.

“Saya kumpulkan mereka dan saya sampaikan: ‘Mulai sekarang Bapak akan jadi bapak asuh kalian. Setiap bulan Bapak akan cek sekolah kalian, Bapak akan bantu kalau ada masalah, dan Bapak akan pastikan kalian sukses. Tapi kalian juga harus rajin belajar dan jauhi narkoba ya.’ Mereka semua menangis dan memeluk saya”, kata AKP Hengky dengan terharu.

Perjalanan pulang ke Bangun penuh kebahagiaan dan komitmen.

“Sepanjang perjalanan pulang, saya tulis rencana program bapak asuh : kunjungan bulanan ke rumah mereka, monitoring ke sekolah, bantuan buku dan seragam kalau perlu, dan konseling kalau ada masalah. Ini adalah komitmen serius saya”, ungkap Kapolsek.

Kanit Binmas Polsek Bangun IPTU Rudi Junaidi yang ikut mendampingi memberikan testimoni.

“Pak Kapolsek sangat serius dengan program bapak asuh ini. Beliau sudah instruksikan kami untuk bikin database lengkap 10 anak ini : nama, alamat, sekolah, kelas, prestasi, dan masalah yang dihadapi. Ini akan jadi acuan untuk program bapak asuh”, ungkap Kanit Binmas.

Kasi Humas mengapresiasi komitmen luar biasa Kapolsek Bangun.

“Kami sangat mengapresiasi AKP Hengky B. Siahaan yang tidak hanya mengantarkan anak yatim ke acara, tapi berkomitmen jangka panjang menjadi bapak asuh mereka. Ini adalah teladan yang luar biasa dan kami harap Kapolsek lain juga melakukan hal yang sama”, ungkap AKP Verry.

Di akhir keterangannya, Kasi Humas menyampaikan pesan.

“Kepada 10 anak yatim dari Bangun : kalian sangat beruntung punya bapak asuh seperti Kapolsek Bangun. Manfaatkan kesempatan ini dengan belajar rajin, jauhi narkoba, dan raih cita-cita setinggi langit. Polsek Bangun dan Polres Simalungun akan selalu mendukung kalian”, pungkas AKP Verry Purba menutup keterangannya dengan bangga akan komitmen luar biasa Kapolsek Bangun yang menjadi bapak asuh bagi anak -anak yatim di wilayahnya. ( TB ). 


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *